edemonisme ala narkoba

Selasa, 22 Juni 2010

Sebelumnya perlu kita ketahui apa yang dimaksud Narkoba :
Narkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis.
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997).
Berikut kasusnya :
Deni berkenalan dengan Yeni, Yeni mahasiswa di sebuah PTS di Semarang, setelah sekian lama Yeni curhat kepada Deni bahwa dia pemakai narkoba. Deni kaget, tetapi dia tidak tegas kepada Yeni untuk meninggakan narkoba. Suatu saat Deni memergoki Yeni sedang trensaksi narkoba dengan Idris, Idris notabenenya seorang bandar narkoba yang suka mengerjai pelangganya. Ahirnya Deni menegur Yeni untuk tidak berhubungan dengan Idris dan berjanji untuk memenuhi mencari narkoba, ternyata Deni menyukai bisnis tersebut karena menjanjikan. Seperti, bisa membahagiaan Orang Tua, bisa menbayar SPP, dan dengan leluasa mengencani Yeni.
Pengertian Edemonisme :
• Berasal dari bahasa Yunani “eudoimonia” berarti kebahagiaan,
• Suatu paham bahwa kebahagiaan sebagai nilai tertinggi,
• Kebahagiaan hidup meliputi : materiil, finansial, sensual, sosial, moral, dan religius,
Penganut Edemonisme bahagai sesuai dengan kebahagiaan hidup yang berbeda-beda, sesuai dengan pribadi masing-masing, bisa karena materiil, finansial, sensual, social, dll.
Tanggapan terhadap kasus :
Jadi, dari segi Edemonisme, kasus diatas, Deni dan Idris mempunyai kesamaan sifat yang sama-sama ingin enaknya saja tanpa melalui jalan yang lebih positif. Walaupun demikian mereka berdua bisa dikatakan sealiran dengan Edemonisme, dikarenakan mendewakan kebahagiaan, kebahagiaanlah yang nomer satu dalam hidupnya, berjualan dan mengerjai adalah kesenangan yang luar biasa bagi mereka. Sedangkan Yeni, dalam kasus diatas masih belum jelas kenapa dia bisa menjadi pecandu, tapi jika sejarahnya diabaikan, Yeni pun sama-sama penganut Edemonisme karena menbutuhkan obat (narkoba) untuk kepuasan dalam tubuhnya, ngeFly sebagai pelampiasan kebahagiaan. Bagi Orang Tua kebahagiaan anak adalah kebanggan tersendiri bagi mereka, dalam kasus ini sepertinya tidak termasuk golongan edemonisme, dikarenakan inti dari kebahagiaan orang tua masih kurang detail, bangga bukanlah kebahagiaan yang dimaksud oleh Edemonisme.

0 komentar:

Posting Komentar